Wednesday, 2 April 2014

Gelar Demo sambil Kampanye


SEMARANG- Aksi unjuk rasa menolak relokasi kawasan Industri Simongan kembali terjadi, kali ini para pengunjuk rasa turun di sepanjang jalan kawasan industri Simongan. Ada yang unik dibalik unjuk rasa yang digelar. Dalam unjuk rasa tersebuiti ada caleg dari Partai PAN yang ikut sekaligus menggelar kampanye.
Dalam pres relese tertuliskan ‘Alhamdulillah, dari sekian banyak caleg yang ada dari berbagai macam partai politik, ada satu caleg dari kalangan buruh/ pekerja pabrik di Kawasan Simongan yang maju dalam pemilihan legislatif tahun 2014  yang berjuang menolak Relokasi Simongan sejak tahun 2010 jauh sebelum adanya hiruk pikuk pencalegkan seperti sekarang ini’.
Menurut koordinator aksi sekaligus Caleg DPRD Kota, Slamet Kasawanto menuturkan, sudah saatnya kita menjadi pelopor pemilih wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan rakyat pada umumnya dan khususnya rakyat pekerja.
“Jangan biarkan harga diri kita hanya dihargai dengan selembar uang yang nilainya puluhan atau ratusan ribu rupiah,” ujarnya.
Dalam unjuk rasa yang digelar ini sempat mengakibatkan kemacetan lalulintas, dengan kawalan petugas unjuk rasa ini berlangsung tertib dan tidak terjadi kericuhan. (ABDUS SALAM)


Wisata Air Panas Guci (Tegal)


Genre Sastra Pesantren

http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=Fjpk3k0n1Bw

Problem HIV dan Peran Nahdlatul Ulama dalam Penanggulangannya

http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=li2Y7Fk_C24

Harmoni dan Perdamaian

http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=a99cap3Ni0Y

Gudeg Koyor 'Unik'



http://www.youtube.com/watch?v=OBKMnG1mIVQ&list=UUgUCKXtQlbLoHy-Kc-q8ICg

Berpolitik Perlu Ekonomi Mapan



SEMARANG- Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai As'ad Said Ali, secara umum mengharuskan NU berpolitik. Keharusan itu atas dasar kepentingan penerapan esensi hukum Islam. Hukum negara, kata As’ad tidak boleh bertentangan dengan tujuan hukum Islam.
"Hukum negara itu tak boleh bertentangan dengan esensi hukum Allah. Untuk menggapai keselarasan dua hukum itu dengan berpolitik," ujarnya, Kamis (27/3).
Pada kesempatan silaturahmi dan dialog bersama di Gedung PWNU Jateng yang dimoderatori M Arja Imroni ini dihadiri pula Ketua Lazisnu Pusat Masyhuri Malik, Rois Syuriah PWNU Jateng Kiai Ubaidilah Shodaqoh, dan mantan Ketua PWNU Jateng M Adnan.
 As'ad menyampaikan bahwa di negara ini yang berhak membuat aturan atau undang-undang adalah legislatif. Sementara untuk menjadi anggota legislatif harus ditempuh melalui gerbong politik. Karena itu, supaya NU turut andil dalam membuat hukum harus ada yang masuk menjadi wakil rakyat.
" Karena yang membuat hukum adalah lembaga politik. Ini kan menjadi jelas, posisi kita sebagai warga NU ada dimana dalam kebangsaan dan perhelatan politik tahun ini," tuturnya.
Namun, As'ad menyarankan kepada warga NU supaya sangat berhati-hati dalam politik praktis. Dia berpesan kepada seluruh orang NU supaya tidak tejebak dalam politik yang berpihak kepada seseorang atau partai tertentu.
"Banyak kiat-kiat supaya kita tidak terjebak dalam keberpihakan. Paling diutamakan, tentunya dalam berpolitik untuk kepentingan umat dan warga NU," katanya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, Abu Hapsin dalam sambutannya menyampaikan, sejatinya NU adalah ormas sosial dan keagamaan. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa NU tidak bisa lepas dengan kekuasaan. Untuk melandasi ini, Abu mengutip referensi yang menyatakan jika negara tak dijaga dengan politik tak akan ada artinya.
" Jika negara ini tidak dijaga dengan kekuatan politik (kekuasaan-red) maka akan sia-sia,” tuturnya
Abu jugar berpesan untuk menghadapi Pileg 2014 diharapkan semua kader NU untuk berhati-hati dalam terjun ke dunia politik praktis.
"Ke depan kita punya pekerjaan rumah besar berupa membina hubungan seperti apa yang harus dibangun antara NU dengan kekuasaan politik," imbuhnya.
Selain soal politik, Abu juga menyinggung kemapanan organisasi dari sisi ekonomi. Dia meyakini, organisasi tanpa ditopang dengan kekuatan ekonomi yang mapan akan mengalami kesulitan.(ABDUS SALAM)

‘Double Track’ Selesai Lebih Cepat


SEMARANG -Pengerjaan proyek double track atau rel ganda jalur kereta api  Semarang-Bojonegoro dan Semarang-Tegal selesai. Pengerjaan terakhir dilakukan sepanjang 6 KM di wilayah Cakrawala, Semarang Barat Kota Semarang, Jumat (28/3).
Menurut Ketua Satuan Kerja Kereta Daerah Operasi IV Semarang, Sutrisno, pengerjaan ini  merupakan sambungan terakhir untuk ruas Semarang-Jakarta. Pada awalnya pengerjaan ini  ditarget  selesai pada akhir tahun.
“ Targetnya akhir tahun, tapi ini selesai lebih cepat,” ujarnya.
Untuk pengejaan jalur terakhir ini, ratusan pekerja dikerahkan secara manual. Sementara pengerjaan soal besi dan untuk meninggikan rel menggunakan alat berat. Perjalanan kereta seluruhnya untuk wilayah Tegal-Bojonegoro sepanjang 358 km.
“Pada hari ini yang semula tersisa 6 km sudah bisa disambungkan meski dikerjakan dengan pengebutan terus-menerus,” katanya.
Sementara itu, Kepala DAOP IV Semarang, Wawan Ariyanto mengatakan, penyambungan secara fisik memang telah selesai. Namun, peresmian secara terbuka belum dilakukan dan menurut rencana akan diresmikan di Stasiun Alas Tua, Semarang.
“Hari ini nyambung 6 km dari Stasiun Jrakah ke Poncol. Pengerjaan bisa cepat karena di sini bukan jalur persimpangan jalan, berbeda dengan di Bojonegoro,” tuturnya.
Setelah selesai pengerjaan, diperkirakan perjalanan kereta api baik barang, kargo maupun orang yang melewati wilayah DAOP IV Semarang tidak akan mengalami kendala ini dikarenakan kereta akan lebih cepat untuk sampai pada tujuan.
Wawan juga menambahkan akan tetap menggunakan stasiun-stasiun kecil pasca dioperasionalkannya jalur ganda  Tegal-Bojonegoro. Selain itu, kereta komersil tidak akan berhenti ketika jalur ganda dipakai.
“Keretanya akan berhenti di tempat stasiun komersil saja,” katanya.

Jumlah stasiun komersil yanag ada di Kota Semarang yaitu di Stasiun Tawang, dan Poncol. Sementara untuk stasiun Jrakah, Kaliwungu dan stasiun kecil lain tidak akan menjadi tempat pemberhentian. (ABDUS SALAM)

Sawer 10 Menit Dapat Rp14 juta



SEMARANG-Kasus yang menjerat TKW asal Kabupaten Semarang, Satinah mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, tidak luput pula para pegawai dan karyawan Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengajak seluruh karyawan di Pemkot untuk berempati menyumbang Satinah, Jumat (28/3).
Dalam acara apel terpusat Karyawan dan Karyawati Pemkot Semarang, diedarkan langsung kotak donasi untuk membantu meringankan Satinah yang sedang terjerat kasus hukum di Negara Arab. Kotak donasi yang diedarkan oleh staf BKD yang berlangsung 10 menit ini berhasil mengumpulkan Rp 14.254.700. Jumlah bantuan ini secara simbolis diserahkan ke Kepala Disnakertrans yang nantinya akan dikirimkan ke Disnakertrans Provinsi  Jawa Tengah.
Hendi mengatakan, salah satu bentuk empati yang dapat kita lakukan adalah dapat memberikan doa agar diberikan jalan terbaik bagi TKW Indonesia khususnya Satinah. Selain itu dapat memberikan bantuan sukarela berupa materi/ non materi  berupa apa saja.
“Yang penting   harus iklhlas, tuturnya.
Lebih lanjut, Hendi mengatakan, jika ingin menyumbangkan lebih, bisa menghubungi pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terdekat. Permasalahan Satinah merupakan masalah besar yang harus dicarikan solusi bersama.
“Paling tidak  ada win-win solution sehingga kedua belah pihak tidak merasa dirugikan” tandasnya.
Salah satu staf Sekda Kota Semarang, Sulistyowati, juga ikut merasakan kesedihan yang dialami Satinah di Negara Arab. Menurutnya, Satinah merupakah wanita gigih berjuang mencari nafkah untuk keluarganya.

“Sebagai sesama wanita saya bisa merasakan situasi hatinya yang sedang mendapatkan kasus di Arab sana,” ujarnya. (ABDUS SALAM)

SHU Kosti Mengalami Kenaikan 29,96%


SEMARANG- Koperasi Sopir Transportasi (KOSTI) Kota Semarang menginjak umur 17 tahun ternyata sudah mampu menarik anggota sebanyak 633 orang. Pada  tahun 2013 lalu, koperasi ini dapat mengumpulkan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggotanya sebesar Rp 74.944.877,65  tahun 2012  hanya berkisar Rp 63.101.822,05. Sedangkan aset yang  dapat dikumpulkan Rp 35.224.250.194,46, atau naik 29,96% dari tahun 2012.
Dalam acara RAT ke- 17 KOSTI, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta agar mencermati dalam hal penyusunan program rencana kerja di tahun yang akan datang. Karena pada titik ini biasanya peserta RAT kurang mencermati, hanya melihat hasil nyata yang mereka dapat.
“Sehingga ke depannya koperasi mengedepankan program-program yang merakyat bagi anggotanya,” ujarnya.
Pihak Pemkot Semarang juga senantiasa siap membantu dan memfasilitasi demi kemajuan koperasi menjadi lebih baik lagi. Sebagai bentuk implemantasi, Pemkot melalui Dinas Koperasi dan UMKM di tahun 2014, akan melaksanakan pelatihan manajemen KSP/ USP berbasis kompetensi.
Ketua Koperasi Kosti Semarang, Sugeng Riyanto menuturkan, selama 17 tahun  Kosti telah memiliki tiga bidang usaha, yaitu unit jasa, unit simpan pinjam dan unit konsumsi. Perkembangan pendapatan ditiga bidang usaha tersebut masing-masing mengalami peningkatan yang signifikan.
Pada unit jasa tahun 2013 mengalami kenaikan 9,74% sebesar Rp 6.454.697.337. Unit simpan pinjam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 87.953.862 atau naik 15,25%.
“Sedangkan unit konsumsi di tahun 2013 mampu menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 263.077.189, naik sebesar 10,04%,” ujarnya.
Diakhir acara Hendri  berpesan agar peserta RAT ini dapat ikut berkonstribusi aktif dengan memberikan saran, kritik dan masukan agar koperasi dapat berkembang sesuai rencana strategis yang telah disusun dan segala kebijakan tetap berjalan di rel yang benar sehingga mampu memberikan kesejahteraan kepada anggota. (ABDUS SALAM)





Uang Honorarium OPAK Digelapkan, AMPEKA Demo

SEMARANG- Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (Ampeka) IAIN Walisongo Semarang melakukan unjuk rasa menutut kasus penggelapan dana orsenik dan penyelewengan honorarium dan resitasi Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK) 2014, di depan Gedung Rertorat Kampus 1 IAIN Walisongo Semarang, Rabu, (2/4).
Unjuk rasa ini menindaklanjuti petisi yang dilayangkan  tanggal 10 Maret 2014 lalu yang tidak mendapatkan respon dari pihak pimpinan atau birokrasi IAIN Walisongo Semarang. Petisi tersebut dibuat terkait kasus penggelapan dana orsenik dan penyelewengan resitasi OPAK 2013.
Aksi ini dimulai dari Kampus 3 IAIN Walisongo Semarang, seusai berorasi sekitar 50 orang   pengunjuk rasa berjalan menuju Kampus 2 dan Kampus 1 menuju gedung rektorat.
Menurut koordinator aksi, Zahrul Anam, unjuk rasa ini menuntut kejelasan persoalan terkait pada OPAK 2012 yang diketuai oleh Siswoyo, di mana pada OPAK ini terjadi penyelewengan dana honorarium untuk para panitia pelaksana. Sebagian panitia tidak diberi uang lelah dan ada beberapa panitia mendapatkannya tapi tidak sesuai nominal yang seharusnya.
Tidak hanya itu, Anam juga menuntut kejelasan OPAK tahun 2013 yang diketahui Ahmad Munadzib, di mana uang honorarium untuk 22 lembaga kemahasiswaan yang dalam kesepakatan rapat seharusnya masing-masing mendapat Rp 360 ribu ternyata hanya mendapatkan Rp 300 ribu.
“Anggaran kesehatan dalam OPAK 2013 yang seharusnya diberikan kepada Unit Kerja Mahasiswa Institut (UKMI) KSR sebesar Rp 500 ribu hanya dibayarkan Rp 300 ribu,” ujarnya.
Selian itu, unjuk rasa yang dilakukan ini juga menuntut penggelapan dana orsenik di Fakultas Ushuluddin yang melibatkan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) Ushuluddin, Nila Farchati, yang tebukti menggelapkan anggaran dana olahraga seni dan keahlian (Orsenik) tahun 2013 sebesar Rp 540 ribu.
“Kasus penggelapan dana ini juga hilang tanpa adanya penyelesaian, dari pihak Fakultas Usuluddin yang seharusnya bertanggung jawab ternyata hanya membiarkan saja,” katanya.
Aksi yang berlangsung sekitar satu jam ini akhirnya ditemui langsung oleh Rektor IAIN Walisongo Semarang, Muhibbin. Dihadapan para pengunjuk rasa, Muhibbin berjanji akan menindaklanjuti dan mengusut kasus-kasus ini. (abdus salam)




Tuesday, 25 March 2014

Asuransi Mikro Tumbuhkan Dunia Asuransi



Semarang - Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Semarang MA Rifa'i berharap rencana Pemerintah meluncurkan asuransi mikro bisa menumbuhkan dunia asuransi yang dinilai masih kurang.
"Masyarakat yang sebelumnya tidak akrab dengan dunia asuransi diharapkan bisa semakin memahami melalui produk baru tersebut," ujarnya, Kamis (20/3).
Fokus dari asuransi mikro ini, kata dia, adalah pembayaran premi per tahun tidak lebih dari Rp 50 ribu. Nilai tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan manfaat besar yang diperoleh masyarakat.
Ia mengatakan, dengan besaran premi tersebut bisa mengcover kerugian yang nilainya cukup besar, sebagai contoh yaitu rumah dengan nilai Rp 150 - 200 juta.
"Ini sudah cukup membuat nyaman masyarakat dari pada tempat tinggalnya tidak dilindungi oleh apapun, selanjutnya nanti juga akan dikembangkan asuransi jiwanya jadi lebih bersifat umum," jelasnya.
Meski tergolong kecil, namun jika besaran premi tersebut naik dikhawatirkan justru tidak bisa menjangkau masyarakat dari kalangan bawah karena tujuan utama dari asuransi tersebut adalah melindungi pelaku usaha mikro supaya tepat sasaran.
"Memang untuk kepastian besaran premi ini belum diputuskan oleh Pemerintah, masih terjadi tarik ulur kalau kami dari pelaku asuransi tentu juga memikirkan dari sisi bisnis," jelasnya.
Diakuinya asuransi mikro tersebut lebih kental di unsur edukasinya, namun demikian harus seimbang antara edukasi, sosial, dan bisnis karena jika tidak begitu dikhawatirkan produk tersebut tidak akan berumur panjang.
"Yang pasti kami dari asosiasi menyambut positif rencana tersebut apalagi kan tingkat pengetahuan asuransi di kalangan masyarakat masih kurang terutama di level masyarakat kecil jadi diharapkan bisa sekaligus membantu memasyarakatkan," ujarnya.
Rifa'i mengatakan jika masyarakat sudah mengenal asuransi diharapkan kebutuhan mereka akan asuransi yang lebih besar bisa berkembang. Menurut rencana produk tersebut tidak dijual melalui petugas asuransi melainkan dari lewat perbankan, katanya, perbankan dalam hal ini bertindak sebagai distributor.
"Produk bank yang salah satunya adalah tabungan ini kan sudah merakyat, selanjutnya akan diikuti dengan produk asuransi mikro harapannya dengan cara tersebut akan lebih mudah menyasar ke masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani, asuransi mikro bisa menjadi alternatif pengalihan resiko bagi keluarga berpenghasilan rendah. Asuransi ini dapat ditawarkan dalam berbagai bentuk, seperti pendidikan, kesehatan atau perlindungan ancaman gagal panen bagi petani kecil.
Sedangkan ketua Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman D Hadad, menuturkan dalam waktu dekat ini sudah  ada asuransi yang mulai dijual kemasyarakat, yang meliputi asuransi takut demam berdarah, asuransi bencana dan asuransi pertanian.
“Asuransi ini nantinya semisal ada yang terjadi musibah tidak  memusingkan orang lain, karena ketika sakit itu sangat memusingkan. Kita akan lakukan edukasinya dengan bekerja dengan intansi yang lain dan universitas. Dan tahun ini akan diuji coba,” tandasnya. (Abdus Salam)