Saturday, 5 September 2015

Ngopi Bareng Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo saat melakukan Ngopi Bareng di Barak TentaraHari keenam di Banjarnegara udaranya sudah mulai bersahabat, tidak seperti hari pertama, suasana yang mulai nyaman dan keinginan untuk tinggal lebih lama mulai muncul, maklum hari itu hari terakhir berada di pinggiran sungai Serayu. Tiba waktunya sarapan pagi, seluruh peserta, relawan dan panitia Kongres Sungai Indonesia 2015 mulai memadati dapur umum yang didirikan oleh TNI-AD. Sarapan pagi kali ini tidak beda jauh dengan sarapan hari-hari sebelumnya, namun yang jadi istimewa dengan sarapan pagi ini yaitu bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Pagi itu, Minggu (30/8) merupakan hari terakhir dilaksankannya Kongres Sungai Indonesia 2015, bertepatan pula diadakannya festival Parak Iwak Sungai Serayu 2015. Sarapan pagi bareng Pak Ganjar itu dinamakan "Ngopi Bareng Pak Ganjar". Pada kesempatan itu pastilah dijadikan momen penting yang tidak bisa ditinggalkan, kapan lagi bisa sarapan langsung dengan Pak Ganjar di dapur umum milik TNI-AD.

Sekitar pukul 07.30 WIB, Pak Ganjar sampai di lokasi dapur umum. Langsung saja Pak Ganjar menuju meja dan mengambil "nampan" (piring ala tentara yang terbuat dari seng) yang sudah disediakan. Tidak ada yang istimewa dengan menu sarapan pagi itu, menu yang disajikan kepada Pak Ganjar sama dengan yang disajikan kepada peserta dan panitia.

Sebelum mulai sarapan, Pak Ganjar tidak lupa menyapa para peserta dan panitia yang berada dilokasi. "Selamat pagi kawan-kawan semua, sehatkan?,"sapa Pak Ganjar. Suapan demi suapan begitu dinikmati Gubernur Jawa Tengah ini. Meskipun menjabat orang nomor satu di Jawa Tengah, tanggung jawabnya makan di dapur umum TNI-AD tetap dilakukannya. Yaitu selesai makan harus mencuci sendiri "nampan" yang digunakannya, begitu juga dilakukan Pak Ganjar. Dan ini tidak dilakukan oleh pejabat yang pagi itu ikut mendapingi Pak Ganjar.

"Saya sudah dengar kalau makannya di Barak Tentara, yang masak juga Tentara dan selesai makan nyuci piring sendiri, jadi saya gak kaget. Saya juga biasa nyuci piring sendiri," ujarnya usai makan.

Pada kesempatan "Ngopi Bareng Pak Ganjar" ini digunakan para peserta untuk tanya jawab / keluh kesah terkait isu-isu yang ada di Jawa Tengah. Tidak luput pula untuk ajang selfie dengan Pak Ganjar. Ganjar Pranowo saat melakukan Ngopi Bareng di Barak Tentara



Hape 'Rusak' Buat Selfie

Ajang berebut foto dengan Pak Ganjar juga dilakukan salah satu Relawan Kongres Sungai Indonesia (KSI) 2015, Putri (bukan nama sebenarnya). Dengan malu-malu mau dan dengan rasa takut-takut berani, Putri memantapkan mentalnya mengejar Pak Ganjar untuk melakukan selfie.

Dengan susah payah dan jantung yang berdetak kencang, Putri berlari-lari mengejar Pak Ganjar, namun, karena belum persiapan, hapenya yang keren (ngakunya) belum bisa digunakan untuk selfie. Alhasil selfiepun gagal, raut muka cemberut dan kecewapun menghiasi wajahnya.

Namun tidak berhenti sampai di sini, Pak Ganjar yang saat itu keluar dari Joglo usai berganti kaospun dikejar lagi oleh Putri. Tidak mau terulang "kecelakaan" yang pertama, Putri pun mulai mengeluarkan hapenya yang keren (ngakunya). Dengan kamera hape yang siap untuk memotret, diarahkannlah hapenya pada posisi selfie dengan Pak Ganjar, namun, apa yang terjadi, hapenya yang kerenpun (ngakunya) ikut grogi menghadapai Pak Ganjar, berulang kali dipejet tidak mau memotret, (rupanya hapenya ikut grogi ngadepin Pak Ganjar).

Setelah berulang kali, dengan tangan yang gemetar karena grogi, akhirnya selfiepun menuai hasil, meskipun tidak sempurna. Namun sebelum berhasil memotret, Pak Ganjar sempat melontar ucapan yang "menggigit" dengan nada guyonan.

 "Lha hapemu wae rusak kok yo digo selfie, yo ora iso (lha hape kamu aja rusak masak dipakai buat selfi, ya gak bisa)," seloroh Pak Ganjar sambil tersenyum.

Banjarnegara, 30 Agustus 2015

Friday, 25 April 2014

TEPPA Mampu Mengawal Proses Pembangunan


SEMARANG-  Pemkot Semarang dalam waktu dekat  akan mewujudkan penggunaan dana APBD/ APBN yang tepat peruntukannya dan manfaatnya bagi masyarakat luas. Peran serta dan partisipasi masyarakat dalam mengontrol pengelolaan anggaran pembangunan yang dilakukan pemerintahan pusat khususnya di pemerintah Kota/ Kabupaten sangatlah penting, hal itulah yang akan segera dilakukan.
Dari hasil evaluasi Tim Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) ketika mensosialisasikan tentang Tim Evaluasi Penyerapan dan Pengawasan Anggaran (TEPPA) bagi seluruh elemen masyarakat baik itu masyarakat biasa mapun yang bekerja di instansi negeri maupun swasta, masih banyak terjadi Kota/ Kabupaten penggunaan dananya belum tepat peruntukkannya dan bermanfaat bagi masyarakat, Minggu (20/4).
Menurut Wali Kota dalam sambutanya yang dibacakan Sekda Kota Semarang, Adi Trihananto, menyampaikan bahwa Pemkot Semarang menyambut positif kegiatan sosialisasi TEPPA ini, karena dapat memberikan motivasi guna mendorong keterlibatan masyarakat khususnya didalam mengawal proses pembangunan mulai dari perencanaan anggaran, pelaksanaan sampai pelaporannya.
Pihaknya juga mengatakan hal tersebut sinergis dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik , yang harapannya akan melangkah kedepan menjadikan transparansi anggaran, dan juga akan meningkatkan serapan anggaran.
 “Yang mana tahun kemarin Kota Semarang hanya bisa mencapai 70%, namun dengan sosialisasi ini berharap akan dapat meningkatkan penyerapan anggaran”, katanya.
Sementara itu, Asisten Kepala UKP4, Sarma Marpaung,  bahwa pihaknya bersama rekan-rekannya di Kota ini ingin mengajak masyarakat luas berpartisipasi dalam pelaksanaan belanja APBN dan APBD 2014. Sehingga nantinya akan ada upaya antara Pemerintah dan Masyarakat untuk mengelola APBD bersama-sama yang lebih baik.
“Penyerapan anggaran juga diharapkan akan bisa mencapai 100%, nilai yang diharapkan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan Sarma, masyarakat sekarang mempunyai kemudahan dalam hal menyampaikan aspirasinya, mendapatkan akses dan melakukan pengawasan hal-hal yang dilakukan oleh Pemerintah. Untuk itu pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota/ Kabupaten untuk mengedepankan transparansi, akuntabiltas, solusi dan inovasi program-program kegiatan dan anggaran yang berbasis masyarakat. Sehingga menuju Pemerintahan yang menghasilkan tata kelola yang berkualitas. (ABDUS SALAM)

PKL Taman KB, Makan Bahu Jalan



SEMARANG- Pemandangan di lokasi Taman KB yang asri dan rindang sangat cocok untuk menjadi tempat berteduh. Terlebih taman ini terletak dekat dengan jantung kota Semarang, Simpanglima.
Suasana di lokasi tersebut  menjadi terkesan semrawut dengan keberadaan PKL yang semakin menggunakan ruas jalan untuk menjajakan dagangan di lokasi tersebut, terlebih para pedagang semakin menempati di pinggiran jalan yang membuat lebar jalan menjadi lebih sempit.
Menurut seorang warga yang sedang berada  di lokasi tersebut, khasanah,  keberadaan PKL di taman KB  memang menguntungkan buat para pengunjung yang sedang menikmati suasana di situ, namun karena keberadaan yang semakin tidak karuan membuat pemandangan jadi tidak sedap.
"Seharusnya para PKL bisa menempati shelter-shelter yang disediakan jangan sampai memakan jalan raya, yang nantinya malah bikin macet," katanya saat ditemui.
Sementara itu, menurut Kepala pengendalian operasional Satpol PP, Budi Raharjo, saat ditemui di ruangangannya, tidak lama ini, lokasi pedagang kaki lima yang berada di taman KB memang merupakan pindahan, yang sebelumnya ada disepanjang jalan pahlawan,  karena memang taman KB itu merupakan tempat yang dialokasikan untuk tempat para PKL.
"Kita dari satpol juga tidak begitu  berani untuk menertibkan di wilayah itu, karena memang lokasi itu merupakan lokasi para PKL," ujarnya saat.
Keberadaan PKL di lokasi taman KB ternyata sudah ditata rapi dari dinas terkait dengan dibuatkan shelter-shelter yang difungsikan untuk tempat berjualan, namun kenyataan di lapangan, pada pagi dan siang hari keberadaan PKL yang menggunakan gerobak ternyata menggunakan jalan raya sebagai tempat berjualan.(ABDUS SALAM)


Pendidikan Politik Pemilu, Cerahkan pemilih pemula




SEMARANG- Pendidikan dasar politik bagi pemilih pemula merupakan salah satu upaya investasi untuk mempersiapkan generasi cerdas dan kritis yang akan memimpin bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Para peserta yang masih awam ini dijelaskan mulai dari pengertian pemilu, tujuan pemilu dan tahapan pemilu,.
Plh Kepala Badan Kesbangpolinmas, Djati Prijono, mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat tahap kedua tahun anggaran 2014  adalah meningkatkan partisipasi aktif para pemilih pemula, terutama menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014.
“Kegiatan ini juga merupakan salah satu pencerahan bagi para pemilih pemula agar mereka tahu bagaimana harus bersikap dalam pemilu, khususnya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang sebentar lagi akan digelar sehingga tidak salah dalam menentukan pilihan,” jelas Djati dalam laporannya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan ini dihadirkan pula narasumber yang sangat berkompeten sesuai bidangnya yaitu Dirjen Kesbangpol Depdagri, Cecep Agus Supriyanta, Polrestabes Semarang, Ketua KPU Kota Semarang dan juga menghadirkan pakar politik politik Teguh Yuwono
Sementara itu, Wali Kota, Hendrar Prihadi mengapresiasi kegiatan ini, karena menurutnya kegiatan seperti ini dapat meningkatkan jumlah pemilih pemilu. Ditambahkan Hendi,adik-adik SMA/ SMK sebagai pemilih pemula menduduki presentase yang cukup besar dari total jumlah pemilu. Sehingga dari sini adik-adik memiliki peran penting dalam mendongkrak persentase pemilih.
“Adik-adik harus terus berperan sebagai motor penggerak dan pendorong anggota masyarakat yang lain untuk berperan aktif  dalam pemilu, jika kemarin berhasil maka masih ada satu PR lagi yang harus kita sukseskan juga yaitu Pilpres 9 Mendatang” ajak Hendrar Prihadi.
Hendi, juga berharap prosentase pemilih pemilu Presiden dan Wakil Presiden akan meningkat dari pada tahun-tahun sebelumnya. “Seperti Pemilu Legislatif tanggal 9 April kemarin angka partisipasi masyarakat meningkat menjadi 77,21% dibandingkan Tahun 2009 yang hanya mencapai 70%,” ujarnya. (ABDUS SALAM)

Bikin Kumuh, PKL di Pleburan Akan Ditertibkan


SEMARANG- Kelurahan Pleburan yang letaknya berada di pusat keramaian di Kota Semarang sudah dipastikan wilayah ini terdapat infrastruktur bangunan-bangunan yang kokoh berdiri dan selalu berkembang sesuai kondisi yang semakin maju.
Menurut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, wilayah yang berada di pusat kota  akan dapat menimbulkan permasalahan, salah satunya kemacetan.
“Apalagi ditambah dengan adanya PKL akan dapat menimbulkan kekumuhan disekitarnya”, ujarnya saat melakukan jalan sehat di Kelurahan Pleburan, kemarin.
Diakui Hendi, memang permasalahan kemacetan belum 100% berhasil, namun pihaknya akan berupaya melakukan penertiban parkir yang menghalangi ruas jalan yang dilalui kendaraan bermotor.
Dalam kesempatan jalan sehat bersama wali kota tersebut,  ketua LPMK setempat, Asmadi Fanani, menyampaikan permasalah yang dialami wilayahnya. Diantaranya terdapatnya  genangan air di jalan sekitar Hayam Wuruk saat hujan melanda dan juga masih banyaknya  PKL yang melanggar larangan untuk meninggalkan gerobaknya di daerah Pleburan.
“Masih banyak PKL yang melanggar,” ujarnya.
Menanggapi permasalah tersebut, pemerintah kota semarang yang diwakili  Sekda Kota Semarang, Adi Trihananto, menjelaskan permasalahan PKL akan terus dilakukan secara continue dan berkesimambungan lewat pembinaan dan penertiban. Namun itu semua harus dibantu oleh warga, karena tak mungkin Pemkot dapat membersihkan PKL dengan sendirinya.
“Peran masyarakat sangat membantu dalam hal memberitahukan keberadaan PKL di titik-titik yang memang dilarang untuk berjualan,” jelasnya.
Sementara untuk genangan-genangan air yang ada di sekitar Hayam Wuruk, Pemkot melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA dan ESDM) akan segera mengecek saluran-saluran air untuk dilakukan pembersihan sedimentasi sehingga nantinya akan dapat menampung air dengan baik.
“Pihak Dinas PSDA & ESDM akan melakukan pengerukan sedimentasi sesegera mungkin, agar air mengalir dengan lancar,” tandasnya.(ABDUS SALAM)


Hendi Janji Perbaiki Jalan ke Unnes


SEMARANG- Cofee morning yang dihelat Universitas Negeri Semarang (Unnes) disambut baik oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Saat acara tersebut diluncurkan, di kampus Sekaran, Kamis (24/4) Hendi mengatakan, kalau kegiatan coffee morning bisa  menjadi sarana transfer informasi tentang program-program Pemerintah Kota Semarang. Di samping itu juga, bisa menjadi media pembuka kran komunikasi antara Pemerintah Kota Semarang dengan masyarakat di kalangan kampus.
“Mahasiswa merupakan  sumber masukan, saran maupun kritikan yang membangun,” ujarnya
Hendi selalu menekankan kepada kawan-kawan aparatur Pemerintah Kota Semarang, untuk senantiasa membangun komunikasi, baik internal maupun eksternal dengan masyarakat, stakeholder termasuk kalangan akademisi.
Ditambahkan Hendi, pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kota Semarang saat ini begitu banyak. Rasanya impossible kalau PR tersebut diselesaikan oleh Pemerintah Kota Semarang sendiri. Masalah penanggulangan kemiskinan, rob dan banjir, masalah infrastruktur, pelayanan publik, kesetaraan gender, pendidikan dan kesehatan, merupakan  tujuh prioritas pembangunan, yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi perlu dipikul oleh semua pihak.
Diakui, peran dan partisipasi Keluarga Besar UNNES dalam membangun Kota Semarang, selama ini, sudah cukup besar. Antara lain ikut mendukung Gunungpati sebagai wilayah sentra  pertanian, peternakan, dan perkebunan atau agro wisata.  
“Ada desa wisata Kandri dan Nongkosawit yang saat ini sedang kita kembangkan kembali. Saya minta adik-adik  mahasiswa UNNES bisa membantu Pemerintah Kota Semarang mengembangkan potensi yang ada di wilayah sini, caranya bagaimana? Yang termudah dengan menjaga kebersihan dan membantu usaha masyarakat melalui program KKN,” katanya.
Terkait infrastruktur, Wali Kota mengatakan,  pemerintah  masih terus berupaya membenahi jalan, jembatan maupun infrastruktur lain yang ada di wilayah Gunungpati utamanya akses menuju  UNNES. Yang sedang berjalan saat ini adalah perbaikan Jalan Kolonel Hadiyanto di wilayah Trangkil.
“Tahun 2015 Kecamatan Gunungpati memperoleh anggaran terbesar dibanding 15 Kecamatan lain di Kota Semarang, yaitu Rp 8,6 miliar.  Dengan anggaran sebesar itu, pembangunan di wilayah Gunungpati akan semakin berkembang  pesat,” katanya. (ABDUS SALAM)
   

Mahasiswa IAIN Beringas, Usir Boediono!


SEMARANG- Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang kembali beringas. Mereka menyuarakan kritik pedas kepada Wakil Presiden RI Boediono di Jalan Raya Walisongo, Kamis, (24/4). Saking liarnya, pejabat negara nomor dua di Indonesia itu diusir dan tidak diperbolehkan menginjak tanah Semarang.
Tidak hanya itu, gambar Boediono dibakar massa. Aksi ‘darah muda’ tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian. Empat mahasiswa di antaranya sempat diciduk karena dianggap sebagai provokator.     
Para mahasiswa tersebut tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Walisongo Semarang. Para demostran memulai aksi longmarch dari Kampus 1 IAIN Walisongo Semarang hendak menuju Bundaran Kali Banteng dan Bandara Ahmad Yani Semarang. Mereka berorasi dengan membawa poster sambil membagikan bando kepada para pengguna jalan yang melintas di Jalan Prof Dr Hamka Ngaliyan Semarang.
Awalnya unjuk rasa berlangsung tertib dan aman. Namun tak lama kemudian suasana kian memanas saat massa membakar foto Boediono di tengah jalan raya sambil berteriak agar Boediono pergi dari Semarang.
“Kami tidak ingin Semarang tetap suci dari jejak-jejak agen Neoliberalisme,” kata Koordinator Aksi Cahyono, lantang dalam orasi.
Tak lama kemudian, insiden bentrok pecah. Keributan diawali dengan aksi dorong antara massa dan aparat kepolisian. Puluhan massa yang emosi akhirnya melawan dengan tenaga dan alat seadanya melempari aparat dengan batu. Mobil watercanon yang dipersiapkan akhir diarahkan ke para pengunjuk rasa untuk memukul mundur agar tidak menggangu lalulintas.
Massa kian beringas, akhirnya ditembakkan dengan gas air mata dan watercanon oleh petugas. Empat mahasiswa yang dianggap sebagai provokator diamankan oleh petugas dan dipaksa masuk ke mobil Dalmas. Salah satu mahasiswa yang diamankan adalah Presiden Dema (Dewan Mahasiswa) IAIN Walisongo Semarang. 
Pihaknya menuntut agar Wakil Presiden Boediono segera pergi dari Semarang, karena tidak mau tanah Semarang dijejaki oleh Agen Noeliberal. “Boediono harus berani membongkar kasus century yang tak kunjung selesai,” teriaknya. 
Massa akhirnya mampu dipukul mundur dan tetap bertahan di dalam kampus 1. Unjuk rasa ini sempat membuat arus lalulintas di Jalan Prof Dr Hamka terjadi kemacetan. Kedatangan wakil presiden Boediono sendiri ke Semarang dalam rangka kunjungan kerja. (ABDUS SALAM)


Monday, 7 April 2014

Tetap Eksis Habis Kampanye

Abdus Salam Photograpy

Motret SBY

Abdus Salam Photograpy

SBY Sapa Masyarakat

Abdus Salam Photograpy

SBY Sapa Masyarakat

Abdus Salam Photograpy

Wednesday, 2 April 2014

Gelar Demo sambil Kampanye


SEMARANG- Aksi unjuk rasa menolak relokasi kawasan Industri Simongan kembali terjadi, kali ini para pengunjuk rasa turun di sepanjang jalan kawasan industri Simongan. Ada yang unik dibalik unjuk rasa yang digelar. Dalam unjuk rasa tersebuiti ada caleg dari Partai PAN yang ikut sekaligus menggelar kampanye.
Dalam pres relese tertuliskan ‘Alhamdulillah, dari sekian banyak caleg yang ada dari berbagai macam partai politik, ada satu caleg dari kalangan buruh/ pekerja pabrik di Kawasan Simongan yang maju dalam pemilihan legislatif tahun 2014  yang berjuang menolak Relokasi Simongan sejak tahun 2010 jauh sebelum adanya hiruk pikuk pencalegkan seperti sekarang ini’.
Menurut koordinator aksi sekaligus Caleg DPRD Kota, Slamet Kasawanto menuturkan, sudah saatnya kita menjadi pelopor pemilih wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan rakyat pada umumnya dan khususnya rakyat pekerja.
“Jangan biarkan harga diri kita hanya dihargai dengan selembar uang yang nilainya puluhan atau ratusan ribu rupiah,” ujarnya.
Dalam unjuk rasa yang digelar ini sempat mengakibatkan kemacetan lalulintas, dengan kawalan petugas unjuk rasa ini berlangsung tertib dan tidak terjadi kericuhan. (ABDUS SALAM)